Rabu, 25 November 2009

ARTI HIDUP


"Di sini saya menemukan arti hidup dan saya harap kalian juga menemukannya di sini. Bila tidak maka silakan cari yang lain dan tekuni itu"

Itu adalah sepenggal kalimat yang diucapkan oleh seorang kawan dalam sebuah pembentukan ekstrakulikuler KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) di SMA almamater kami. sebelumnya kami adalah siswa-siswi SMA yang direkrut untuk memesuki dunia karya ilmiah remaja untuk kepentingan lomba semata. kami bekerja bersama,mencari ide,mengobservasi,meneliti,


menyusun karya ilmiah hingga siap kirim demi menjaga nama baik sekolah. Tanpa ada pelatihan sebelumnya. hanya ada kesepakatan,keinginan bersama dan komitmen yang terus-berusaha dijaga hingga proses penyusunan karya ilmiah selesai. hasilnya tidak mengecewakan. Maka pada kesempatan lain kami dan beberapa taman lain kembali dipanggil dan diminta kesanggupannya untuk kembali menyusun karya ilmiah. kami pun mulai bekerja tentunya dengan berbagai tantangan yang berbeda.

Hingga kami lulus dan kuliah di tempat pilihan masing-masing,kawan saya itu merasakan betul manfaat dari keikutsertaannya di KIR. Hatinya tergerak untuk memajukan KIR di almamater kami. Dia ajak kawan-kawan lain,termasuk saya untuk bersama mewujudkan keinginannya. awalnya saya hanya sekedar ingin membantu karena terdorong oleh rasa pekewuh. Namun saat kami berhasil bertemu dengan anak-anak di SMA kami yang tertarik dengan KIR,saya merasakan energi positif yang begitu besar yang lahir dari sebuah cita-cita besar. "Suatu saat nanti KIR akan jadi ekskul yang populer yang ada di semua sekolah,SMP dan SMA" itu adalah sepenggal mimpi yang sempat dia ceritakan sebelum pertemuan formal dengan "adik-adik" di SMA.

Lalu kata-kata "menemukan arti hidup" menjadi begitu berkesan bagi saya. Sama seperti menemukan "lentera jiwa". Namun setelah saya mengingat perjalanan kami saya merasa ada yang berbeda. Membaca artikel menemukan lentera jiwa membuat saya sadar bahwa terkadang kita haru berani mengambil keputusan yang terasa sulit demi menyalakan jiwa kita,kehidupan kita. Menemukan lentera jiwa ditekankan pada saat kita berani mengambil keputusan sulit itu dengan segala konsekuensinya.

Sementara yang saya lihat dari kawan saya dan kemudian saya sendiri karena kami sering menjadi rekan dalam satu tim adalah sebuah proses yang panjang dan terus menerus. Kami tidak merasa dalam posisi mengambil pilihan sulit,bahkan bisa dikatakan kami tidak boleh memilih karena kami direkrut oleh guru kami lalu ditugaskan oleh sekolah untuk mengikuti lomba. Istilahnya manut saja. Dalam "kemanutan" itulah kami mulai menemukan arti hidup. Bagaimana kami harus belajar dari nol karena sama sekali belum tahu apa-apa. Bagaimana kami mencari solusi-solusi atas masalah yang timbul tidak hanya dari luar tetapi dari dalam diri kami sendiri seperti kurang kompak dalam bekerja,miss komunikasi atau bahkan ketakutan akan kegagalan.

Itulah sebuah proses untuk menemukan arti hidup. Begitu banyak orang yang belum menemukan arti hidupnya atau kehilangan arti hidupnya.Mereka yang bekerja demi orang lain, menjalani kehidupan dengan standar kesuksesan yang dibuat bukan oleh dirinya sendiri, melangkan tanpa keyakinan dalam diri.
Padahal bila telah memantapkan hati pada sebuah pilihan maka konsekuensi utama adalah menjalaninya dengan sebaik mungkin.

Jadi seriuslah dengan pilihan hidup kita walau itu dalah sebuah pilihan yang sederhana karena mungkin di situlah kita akan menemukan arti hidup.

CARA MUDAH MELATIH SHAMBALLA MULTIDIMENSIONAL HEALING




Shamballa Multidimensional Healing sangat mudah dilatih. Sesaat setelah menerima attunement
Shamballa Multidimensional Healing, anda sebenarnya sudah bisa menyalurkan energi shamballa Multidimensional Healing.

Untuk pertama kali, latihan terpenting adalah dengan menyalurkan energi untuk diri sendiri.

Penyaluran energi pada diri sendiri akan membuat anda merasa lebih tenang.
Jauh lebih sehat dan lebih segar. Anda akan bisa merasakan perubahan yang terjadi dalam diri anda, bila melakukan self healing ini setiap hari. Walaupun tidak seperti ‘makan cabe’, Kualitas energi anda akan terus meningkat.

Anda dapat latihan dengan hasil paling baik, jika anda bisa meluangkan waktu untuk itu. Carilah waktu luang anda. Usahakan waktu khusus ini adalah waktu dimana anda bisa merasa santai. Sehingga anda bisa latihan tanpa mendapat gangguan dari lingkungan anda.

Tapi, dengan berkembangnya peradaban sekarang, membawa akibat dengan banyaknya orang yang benar-benar tidak punya waktu santai. Orang sekarang lebih disibukan dengan urusan duniawi. Sibuk urusan duniawi meskipun karena tuntutan professi dan kodrati sebagai manusia yang harus tetap menjalani hidupnya di dunia fana

Lantas, bagaimana dong agar kita dapat latihan dengan hasil maksimal..?

Sebenarnya latihan menyalurkan energi Shamballa Multidimensional Healing ini bisa anda lakukan dimana saja.

Anda bisa melakukannya di perjalanan, mengendarai kendaraan. Bahkan anda dapat juga latihan ketika sedang bercakap-cakap, sedang rapat atau melakukan kegiatan lain.

Yang anda perlukan cuma niat. Ketika anda mau melakukan sesuatu kegiatan, misalnya mau berangkat kerja. Niatkan dalam hati anda untuk menyalurkan energi sesaat sebelum berangkat. Energi akan bekerja secara otomatis. Anda tidak perlu tahu bagaimana dan mengapa energi ini bisa mengalir. Bukan tugas anda untuk mengetahuinya.

Anda dapat melakukan sama seperti diatas bila mau melakukan kegiatan lainnya.

Teknik seperti diatas yang selalu saya gunakan. Saya sangat jarang punya waktu khusus untuk latihan menyalurkan energi. Setiap saya mau melakukan sesuatu pasti saya niatkan untuk melakukan latihan penyaluran energi. Ini saya lakukan setiap hari. Saya jadikan kegiatan rutin saya. Sampai sekarang.

Tahukah anda bahwa tanpa latihanpun, energi Shamballa Multidimensional Healing sebenarnya tetap bekerja dalam diri anda? Setiap kegiatan yang anda lakukan seperti bicara, menulis bahkan ketika sedang tersenyum anda sudah menyalurkan energi Shamballa Multidimensional Healing ini.

Tapi dengan mengetahui hal ini saya harapkan anda tidak jadi malas untuk latihan. Bagaimanapun juga perkembangan anda akan menjadi lambat tanpa latihan. Cuma dengan latihan rutin anda bisa merasakan manfaat maksimal dari Shamballa Multidimensional Healing.

Saya biasanya melakukan meditasi Shamballa Multidimensional Healing. Ini bagi saya adalah salah satu dari arti memberi. Meditasi Shamballa MH yang saya lakukan bukan untuk diri saya sendiri. Saya biasa meditasi untuk mamancarkan energi pada seluruh alam semesta ini. Saya pancarkan energi kasih sayang pada bumi ini, agar bumi ini menjadi tempat yang lebih baik untuk dihuni. Saya tidak pernah berpikiran apakah cara saya ini efektif. Apakah berhasil?. Saya sendiri tidak tahu. Saya hanya melakukan. Biarlah sang Alam ini sendiri yang menjawabnya……

Aahh..andaikata setiap orang juga melakukannya….Akan damailah bumi ini….

Love light and blessings

MANUSIA DAN DIRINYA

Banyak fenomena alam yang menurut nalar manusia dianggap lumrah, namun ada juga yang dirasa aneh, tidak masuk akal, mengagumkan apalagi kalau sampai pada hal-hal yang ghoib. Dari sekian banyak fenomena yang akan kita tampilkan di sini adalah kelengkapan supra natural yang dimiliki oleh setiap manusia namun masih banyak yang belum memahami, misalnya Yoga,, tenaga dalam, mata ketiga yang mampu melihat hal di luar jangkauan indera dll, Hal tersebut tidak akan dianggap aneh lagi kalau kita bisa mempergunakan perangkat supranatural yang kita miliki di masing2 diri kita.

Cara untuk mengetahui perangkat ini adalah lewat samadi, salah satu bentuk yoga dengan beberapa metode untuk menaikkankan getaran2 kekuatan kita mencapai tingkat2 tertentu bahkan sampai pada tingkat yang tak terbatas.

Ada berbagai tipe sistem pengendalian nafas, latihan tehnik samadi serta Yoga. Berbagai posisi (postur) tertentu dalam yoga menghasilkan efek2 tertentu. Tehnik tertentu dalam samadi dilakukan oleh pelakunya menurut maksud dan tujuannya. Namun dengan konsepnya masing2, target utamanya ialah menguasai kekuatan untuk PERLINDUNGAN DIRI.



KUNDALINI, PRANA, PRANAYAMA dan MATA KETIGA

Alam mempunyai Kundalini yang merupakan syaraf jiwa alam. Dialah yang merupakan energi Infinit ("Tak Terbatas") yang mengisi seluruh permukaan bumi serta membentuk ladang magnetis. "Gravitasi" adalah efek nyata dari Kundalini. Dia berada dalam tubuh manusia berpangkal pada tulang punggung bagian ujung bawah dimana terdapat hubungan abadi antara Kekuatan Karsa yang Tak Terbatas (the Infinite Creative Energy) dengan kekuatan sex kita yang terbatas (Reproductive Energy). Kundalini adalah bagian dari makhluk hidup sebagaimana keberadaan api terhadap bumi. Karena Kundalini tetap berada pada bagian bawah tulang punggung dia menjadi kekuatan yang mengalir di bawah sebagai "Si Naga Merah" yang menstimulasi organ2 reproduktif kita untuk siklus seksual.

Jika Kundalini dilepas dari "tempat tinggalnya" yaitu dari bagian bawah tulang punggung dan diarahkan naik bergerak melalui tulang punggung dan keluar menuju Mata Ketiga maka dia akan mengeluarkan berbagai tingkat kekuatan fisik. Bila Kundalini meningkat naik maka kekuatan seseorang akan meningkat naik pula. Peningkatan garis lengkung antara Chakra bawah (terdapat antara lobang pantat dan kemaluan) dan Chakra2 lainnya akan membuat aura seseorang merekah keluar seperti sinar kekuatan.

Dalam fenoena alam, bila jarak antara bulan dan permukaan bumi mendekat akan terjadi gelombang pasang akibat medan elektro-magnetik. Demikian pula bila kundalini dengan kekuatan medan electro-magnetiknya mendekati chakra2 (pusaran2 energi) mengakibatkan gelombang pasang yang mengalirkan aliran magnetis dalam tubuh makhluk hidup. Dampaknya akan sangat sensasional untuk dicapai terutama bagi pemula yang baru merasakan dalam memanifestasikan fenomena fisik ini.



BADAN ESOTERIS MANUSIA

Kita disamping mempunyai tubuh yang kasat mata, juga mempunyai empat tubuh lainnya dan disatukan dalam bentuk lima lapis untuk menggetarkan energi. Masing2 mempunyai frekwensi electro-magnetis dan kesemuanya menyatu serta tampak dalam bentuk aura lonjong (oval) sebagai manusia utuh.

1. Badan fisik -Badan yang paling kasar dikarenakan bahan atomnya yang terpadat dan frekwensinya secara fisik dapat ditangkap oleh pancaindra.

2. Badan Eter –Disebut juga si Badan Kembar dan tampil sebagai inter-media antara Inner Man (sering disebut jiwa) dan badan fisiknya. Dengan kata lain dia berfungsi sebagai "perekat" untuk mengikat "inner man/rohani" dan badan fisiknya sebagai wahana

3. Badan Astral atau Badan Rasa merupakan pangkalan di mana kekuatan perasaan kita berasal. Pusat badan ini berada di daerah jantung kita.

4. Badan Mental atau Badan Cipta merupakan basis di mana kekuatan mental kita melakukan aktivitas. Pusat badan ini berada di daerah otak pada bagian dahi

5. Badan Kehendak atau Badan Karsa menyediakan energi untuk jiwa (Inner Man) membentuk kemauannya. Pusat dari badan ini ada di daerah medulla oblongata atau tengkuk yang berada pada pangkal atas tulang belakang dan berada dibawak tengkorak.



TUJUH CHAKRA

Manusia mempunyai beberapa Chakra (piring pusaran energi) yang keluar dari titik2 tertentu dari bagian batang tulang belakang menuju badan eter.

1. Chakra Bawah. Dalam keadaan normal Chakra ini berfungsi sebagai "rumah" Kundalini kita (Kekuatan Naga). Dalam Samadi kekuatan ini akan terbangun dan akan memancar keluar melalui cakra-cakra lainnya.

2. Chakra Pusat atau Cakhra Perut. Banyak perkumpulan yoga memanfaatkan pusaran kekuatan ini sedemikian rupa untuk menyerap energi vital dari kekuatan alam yang tak terbatas dan disebut PRANA.

3. Chakra limpa merupakan pusat lain untuk menyerap PRANA vital energy dari alam yang tak terbatas.

4. Chakra jantung merupakan cakra sentral sebagai pusat koordinat dari semua Chakra untuk berinteraksi sebagaimana jantung memeberikan dampak kehidupan ke seluruh tubuh. Cakra ini merupakan cakra intuisi dan dengan bantuan cakra ini (jiwa) manusia bisa melakukan perjalanan menuju dimensi yang lebih tinggi.

5. Chakra Dahi Dikenal sebagai Mata Ketiga, letaknya ada di permukaan badan eter antara dua dua alis mata. Bila cakra ini diaktifkan, percepatan rotasinya dapat menembus lewat frekwensi yang berbeda-beda pada bagian badan eter kita dan dengan chakra ini kita dapat memvisualisasi panorama dimensi getaran yang lebih tinggi.

6. Chakra Kerongkongan. menjulur keluar pada jakum (thyroid gland) berasal dari medulla oblongata. Jiwa (inner man) dapat menggunakan pusat ini untuk mendengarkan getaran2 suara dari dimensi lain. Cakra ini adalah telinga esoteris dari jiwa (inner man).

7. Chakra Kepala atau Cakhra mahkota. Bersusun dua dan berada diatas kepala seperti mahkota dan digambarkan sebagai semburan utama dari semua cakra tulang punggung. Bagian atas mempunyai duabelas "daun bunga" yang menghadap ke "yang tak terbatas", sementara bagian bawahnya terdiri dari ribuan daun bunga menghadap ke bawah seolah melindungi seluruh tubuh kita.
NADI

Chakras berinteraksi satu sama lain saat Kundalini keluar dari Chakra bawah menuju Cakra mahkota. Proses ini hanya akan berlangsung lewat jaringan system syaraf dari badan eter yang lazim disebut NADI.

Kita punya lebih dari 72 000 meridian nadi yang menembus badan fisik maupun badan2 lain. Di antaranya ada tiga jalur syaraf utama yang disebut IDA, PINGALA dan SUSHUMNA.


SUSHUMNA

Jalur ini menembus batang ruas2 tulang punggung dari daerah perineum yang terletak antara anus dan organ seks langsung menuju mata ketiga (Chakra dahi).

Dia merupakan penghubung antara Chakra dahi dan Cakra bawah dengan melibatkan semua cakra yang berpangkal pada beberapa titik sepanjang tulang punggung.
IDA

Merupakan saluran dari syaraf bergerak naik dari samping kiri Cakra bawah melewati cakra2 lain mendaki melewati tulang punggung. Gerakan2-nya melengkung-bersilang2 dan bermuara di bagian kiri dari cakra dahi.
PINGALA

Keluar dari bagian kanan Chakra bawah. naik melengkung bersilang2 lewat sepanjang tulang punggung dan berakhir di bagian kanan Chakra dahi. IDA dan Pingala adalah Nadi yang menggambarkan dua kutub yang berlawanan dari energi yang sama. Pingala adalah pengontrol dari separo tubuh bagian kanan, porsi bagian atas dan bagian depan. Pingala berirama dengan Energi surya. dia menyerap dan membaginya sebagai electron positif di mana tubuh membutuhkan pemasukan dari Energi Surya dan panas.

IDA: mengatur cairan tubuh. Dia melakukan "konter-aksi" terhadap panas yang berlebihan sehingga tubuh tidak akan meledak menjadi letusan atom saat energi surya menembus dan bercampur dengan api kundalini. Dia mengontrol separo bagian tubuh sebelah kiri pada bagian bawah, belakang.

SUSHUMNA: Sistem syaraf eteris yang mengalir sepanjang pusat saluran tulang belakang kita. Bila Ida sebagai pendingin dan Pingala si generator panas dari tubuh kita, Sushumna bersifat netral. Saat aliran energi hidup naik melewati Ida,, Pingala dan Sushumna, maka akan terbentuklah reproduksi yang kita namai kekuatan electro magnetis manusia yang juga disebut MAGNETISME PRIBADI.

Kepadatan serta banyaknya magnetisme pribadi tergantng pada mutu kerjasama serta keharmonisan Ida, Pingala and Sushumna. Artinya Magnetisme Pribadi akan optimal tergantung pada berapa banyaknya penyerapan dari aliran energi hidup.

Para praktisi yoga disarankan bertafakur atau samadi saat sekitar matahari terbit dan tenggelam sebab sushumna berada pada kodisi puncak beraktivitas untuk menyerap energi hidup yaitu saat datangnya pertemuan moment yang sangat menguntungkan.

Karena manusia adalah miniature (buana kecil) dari macrocosmos (buana agung), maka fenomena alam akan ber-resonansi ke dalam tubuh manusia. Langit berawan/mendung dan cuaca buruk membuat perasaan tidak enak, sebaliknya langit cerah, dan cuaca baik akan menimbulkan rasa nyaman dan senang..

Ida. Pingala dan Sushumna tidak hanya dipengaruhi oleh dingin dan panas namun juga oleh sinar2 ultraviolet matahari.



PRANA dan PRANA-YAMA

NADI adalah lorong2 atau terusan2 untuk lewatnya bentuk istimewa dari PRANA yang berada pada energi yang jauh lebih halus daripada syaraf fisik serta pembuluh darah kita.

Tubuh fisik kita terdiri dari tiga tingkat soliditas: padat, cair dan gas yang digabung menjadi makhluk karena hadirnya PRANA. Dalam hal ini Prana tidak hanya hadir sebagai energi eter tetapi keberadaannya juga sebagai kekuatan matrix kehidupan internal dan dikenal sebagai ENERGI PRIMAL.

Di samping itu Prana juga sebuah medium atau perantara untuk menimbulkan kesadaran di mana kepribadian kita dapat berekspresi dengan sendirinya karena adanya PRANA.

Banyak orang2 yang sudah mencapai kebijakan tertinggi contohnya para nabi dengan cara menyatukan Individual Mental Pribadi-nya dengan Mental Kosmis. Proses ini terjadi di dalam Ventriculus Tertium yang berada di dalam otak lewat terjadinya fluktuasi atau naik turunnya Prana yang menghubungkan system syaraf cerebro tulang belakang dan system syaraf simpatik. Jadi prana juga sebagai mediator antara dua hal yaitu "Kesadaran" dan "Prana" yang mengalir dalan Nadi dari badan ether kita.

PRANAYAMA

Pranayama adalah Sistem pengendalian nafas yang memurnikan NADI "jalur fisik" yang dilewati Prana mengalir menuju seluruh tubuh. Penerapan system seperti itu dapat menimbulkan kebebasan aliran prana pada keefektifan yang optimal. Orang yang bisa mengatur berbagai Kekuatan PRANA lewat gelombang konsentrasi pikiran akan mampu menampilkan banyak fenomena fisik sesuai kemauannya. Hal ini bisa membuat badan mencapai kesehatan puncak, dan bisa membuat tenang serta damai dalam pikiran.

Bila orang mengarahkan kekuatan prana lewat system pernafasan mereka, kekuatan itu akan mengalir ke dalam beberapa organ tubuhnya dan dia bisa mengatur aliran kekuatannya lewat ujung2 jari tangannya dan memperagakan fenomena fisik lainnya seperti Penyembuhan Magnetis dll.

Nadi-nadi menyebar ke seluruh bagian tubuh sperti pembuluh membagi ENERGI Prana ke setiap sel dan otot. Ketika Prana terpusat lewat tenaga, kemanjuran gelombang pikiran akan meningkat tajam dan dapat mengeluarkan energi bagaikan Senjata ampuh yang kasat mata..

Penggunaan Pranayama sangat popular di antara siswa baru kelompok YOGA sebab efeknya yang mengagumkan bagi yang tidak mengetahui.

MEDITASI atau SAMADI

MEDITASI adalah proses pelepasan bentuk pikiran untuk mencapai "VOID" atau ke"hampa"an. Ini merupakan "perjalanan" mental dalam kesendirian. Tak seorangpun yang mampu melakukan "perjalanan" bersama seorang yogi yang dalam perjalanannya mengeksplorasi wilayah di luar dirinya. Ini merupakan perjalanan masuk menuju kesadaran penuh.

Perjalanan ke dalam

Jiwa kita berada di dalam kurungan kumparan fana dan terbelenggu oleh indera, oleh subyek dan oleh keterikatan yang kuat. Tidak hanya dengan badan tetapi juga dengan apa saja yang ada di dunia. "Panca indera" adalah ikatan2 dari dalam yang mencengkeram jiwa untuk dikucilkan dari kebenaran yang "sesungguhnya", sementara hal2 duniawi seperti ketenaran, status sosial, keterikatan keluarga, kekayaan, dll. adalah ikatan2 yang datangnya dari luar. Jiwa diikat pada kekuasaan suatu jaringan dan dia betul2 kehilangan kontak dengan rumahnya yang asli yaitu "Dimensi" yang lebih tinggi diluar fisik.

Orang yang demikian biasanya akan mencari seorang Guru, seorang pemimpin spiritual atau sebuah komunitas dari institusi religius agar membimbingnya untuk mendapat pengalaman spiritual.

Dia sangat merindukan jalan kebenaran untuk pulang menuju puncak "kesadaran" tertinggi yang mestinya dia harus pergi sendiri menempuh perjalanan tunggal. Kawan satu2nya yang dia perlukan adalah otot2 mentalnya yang kuat.. Dia memerlukan kekuatan usaha untuk membuka jalan2 pembuka mental yang masih tertutup menuju kerajaan kebenaran ilahi-nya sendiri

Orang harus mampu membuat kuat otot2 pikirannya untuk melenyapkan pintu2 terkunci yang menutupi jalannya.

Banyak dari mereka yang menyelesaikan secara benar "perjalanan ke dalam" namun jauh lebih banyak banyak lainnya terperangkap melakukan perjalanan ke luar yang membawa mereka ke arah tempat yang tidak ada apa2nya kecuali kepalsuan, gemerlapnya upacara ritual, sementara Kebenaran yang sesungguhnya dia rindukan tidaklah berada di luar dari kehidupan alamnya yang asli.

Meditasi menggunakan teknik bagaimana memusatkan seluruh gelombang pikiran ke dalam titik tunggal yang berada dalam pusat2 cakra. Artinya selama proses meditasi tidak akan ada satupun bentuk pikiran yang berhubungan dengan hal2 yang berada di luar badan kita.

Chakra jantung adalah pusat koordinat Chakra2 lain, di mana Intuisi dari Inner Man bersemayam, dari sini Inner Man dapat memulai perjalanannya ke luar dimensi ruang dan waktu.

Bila kesadaran kita sepenuhnya menembus di dalam Chakra jantung, maka rotasi Chakra2 lain secara otomatis akan naik kecepatannya termasuk Chakra bawah tempat tidurnya kekuatan Naga/Kundalini. Rotasi Chakra bawah akan meningkat dan Kundalini akan terbangun untukselanjutnya keluar dari sarangnya.

Guru akan mengajari siswanya duduk relak dengan otot seluruhnya kendor dalam meditasi dengan posisi tanpa menyandarkan punggung pada dinding. Posisi ini membantu Sushumna mendapatkan jalan lurus untuk lewat bersamaan Kundalini menuju ke atas.

Proses membangunkan Kundalini harus diarahkan sepenuhnya naik menuju Chakra kepala. Mudah untuk membangkitkan Kundalini namun susah mengarahkannya menuju Chakra Kepala. Diperlukan lebih dari hanya latihan Pranayama ataupun latihan posisi Yoga secara rutin. Yang paling utama adalah pikiran bersih, disiplin, tingkah moral serta yang lebih utama dari semuaanya itu adalah kepatuhan bertindak baik.

Dalam perjalanan mental bermeditasi dia tidak akan pergi ke mana saja kecuali menuju kesadaran akan kebersatuannya dengan "Dirinya sendiri yang lebih tinggi" / "Tuhannya yang ada di dalam dirinya (the GOD WITHIN)" Kebersatuan yang demikian secara total akan sempurna bila ada rasa hormat yang mendalam dalam kontak pribadi ini.

Sepenuhnya langsung dan hubungan pribadi. Tak seorang ataupun institusi agama yang dapat meng-klaim dirinya sebagai perantara dari dua Kesadaran dalam proses meditasi.

Lewat latihan tetap akhirnya seorang akan mampu menguasai Kundalini naik dari Chakra bawah melewat Chakra2 lain diatasnya dan akhirnya sampai Chakra kepala. Hal ini membuat keadaan mental berobah total, Sebuah expansi mental ke dalam PENCERAHAN yang dalam agama lazim disebut masuk alam tingkat ke"nabi"an atau dalam paham Budha adalah tingkat ke"Buda"an atau mudahnya kita memakai istilah ma'rifat

Kebanyakan orang dalam melakukan samadi terhambat/terjerat di tengah jalan akibat godaan kepuasan. Mereka tidak menginginkan "VOID" atau KESADARAN DIRI. Mereka dibutakan oleh aspirasi palsu dalam mencapai kekuatan fisik. Ini merupakan kesalahan yang disayangkan meskipun secara lahiriah sangat mengasyikkan untuk popularitas diri.

MANTRA

Juga dikenal dengan kata JAPA MANTRA atau Ucapan Sakti. Kumpulan kata2nya berisi suara2 yang mengandung getaran kekuatan, bila diucapkan berulang2 secara konstan akan menghasilkan suatu kekuatan yang membentuk energi. Pengucapan mantra Mantra adalah bagian vital dalam meditasi untuk mencapai kesadaran diri.

Kita akan memahami dampak dari ucapan mantra dengan memperhatikan reaksi seseorang yang mendadak mendengar kata2 kotor yang ditujukan ke padanya.. Akan ada reaksi instiktif langsung – suatu kebencian atau apa saja yang bersifat protektif. Pengulangan yang terus-menerus dari penghinaan yang demikian akan menimbulkan suatu ledakan kekerasan.

Pengulangan mantra akan menubulkan getaran aliran energi yang akan naik dari Chakra kepala terbawa bersama kesadaran. Akibatnya kesadaran akan ditransfer melewati garis batas mental menuju wilayah yang lebih tinggi (INNER VISION upon the Higher Self).

Sebagaimana dalam bahasa Sansekerta pengucapan ini disebut JAPA, Proses inner mistis yang disebut JAPAMANTRA dan hanya dapat dipahami oleh pengikut yang melakukan.

Setelah masa lantunan mental para pengikut akan merasa seolah2 dia berbicara di dalam dirinya sendiri. Pemusatan pikiran akan menyebarkan setiap sel atom dari masing2 chakra yang akan dipakai untuk mencapai tujuan meditasi.

Orang harus belajar tanpa henti untuk melepaskan bentuk2 pikiran. dan memusatkan kesadaran terhadap mantra. Kepadatan interaksi antara pikiran dan mantra akan memberi hasil. Japamantra yang konstan akan membuat suara lantunan berkumandang dari Medulla oblongata (pusat badan karsa) pindah ke otak (pusat badan cipta) dan akhirnya turun menuju Chakra jantung (pusat badan astral). Proses ini membuat suasana jiwa meningkat. Dia akan mengalami pertemuan dengan Tuhannya (UNIO MYSTICA).

Perobahan yang demikian (UNIO MYSTICA) akan membawanya ke kekuatan fisik dan spiritual seperti CLAIRVOYANCE(waskita), CLAIRAUDIENCE dan PENYEMBUHAN Supranatural dan juga bergbagai tingkat PERLINDUNGAN DIRI.


A U M
Sumber: paham falsafah dari India / Arya

(Ucapan Mantra)

- Suara AUM atau OM sebagai pembuka doa - AUM adalah nama dari Brahman. – Bagi mereka yang bersamadi pada AUM akan mencapai Brahman. - Brahman adalah Kausa pertama dari seluruh makhluk hidup yang ghoib maupun yang kasat mata.

Brahman bersama (merasuk) di dalam semua yang ada – Pada mulanya tidak ada apa-apa kecuali Brahman – Dan bila semua musnah Brahman tetap ada.

Dalam ajaran TAITTIRIYA UPANISAD menerangkan tentang Brahman:

Engkaulah Tuhan Penguasa.- Yang Hidup Kekal, Yang Bersinar Sendiri dan – tergambar keemasan layaknya bunga padma pada jantung..

Dari dalam jantung Engkau menampakkan diri kepada mereka – yaitu orang2 yang mencari-Mu dalam samadi. - Engkalah Brahman, yang tidak tampak pada mata jasmani, - Engkaulah kebenaran .- Engkaulah Kedamaian sempurna, - Penenang kehidupan, Keabadian, - Yang menggairahkan pikiran.- Perkenankan aku menyembahmu.

Juga tertulis :

Sebelum terjadi penciptaan, Brahman sudah ada sebagai Yang Tidak Diciptakan.

Dari Yang tidak Diciptakan, Brahman menciptakan yang diciptakan.

Dari dirinya sendiri dia menampilkan dirinya sendiri. Dari sini dia dia dikenal sebagai Yang Menciptakan Dirinya Sendiri "Self Existent".

Bagi siapa saja yang mengenal kebahagiaan Brahman yang mana tidak bisa digambarkan dengan kata-kata, akan dibebaskan dari ketakutan. Dia tidak perlu khawatir akan adanya bentuk pikiran apa saja. Mengetahui kebahagiaan Brahman akan mengetahui yang baik dan yang jahat, dan dia akan berada jauh di atas di luar keduanya (baik dan buruk).



KATHA UPANISAD menerangkan tentang mantra AUM dengan persepsi Brahman dari simbolnya OM / AUM

A - Semoga Brahman melindungi kami

U - Semoga Brahman menuntun kami

M - Semoga Brahman memberi kekuatan ( jiwa dan raga) kepada kami

Semoga kasih dan keharmonisan selalu menyertai kami.

Tiga huruf A, U, M dikenal juga sebagai lambang Trinitas atau Trimurti dalam masyarakat Hindu di Bali.

Dari sudut pandang kekuatan pencipta, Brahman disebut - Dewa Brahma

Dari sifat pemelihara, Brahman disebut Dewa Wishnu.

Dari aspek kekuatan pelebur. Brahman disebut Dewa Shiva.

A berarti Brahma ; U untuk Wishnu, M untuk Shiva.

Mereka mempunyai tiga sebutan yang berbeda yang merepresentasikan satu Tuhan Yang Maha Kuasa, Tanpa Batas, Brahman, Sang Hyang Widi.



"Telu Teluning Atunggal" Jawa

Menggambarkan tiga Potensi Tuhan: Cinta Kasih, Kebijaksanaan dan Kemauan. Ketiganya termanifestasi sebagai personalitas tunggal dalam keutuhan Tuhan yang tidak bisa dipisah-pisahkan dan saling ketergantungan.

Bila seseorang mengucapkan mantra dengan memfokuskan kekuatan jiwa pada Chakra jantung (bunga padma pada jantung), memanifestasikan konsepnya tentang Cintakasih Tuhan untuk mendapatkan perlindungan, dari kebijakan Tuhan untuk tuntunannya serta Kehendak Tuhan untuk mendapatkan kekuatan-Nya bagi jiwa dan raganya.

Maka mantranya akan berbunyi sbb::

Semoga Tuhan melindungi kami

Semoga Tuhan menuntun kami

Semoga Tuhan memberi kami kekuatan lahir dan batin.

Dalam CHANDOGYA Upanisad menerangkan:

Brahman adalah segalanya.

Untuk mencapai Brahman orang harus mengenal-Nya dengan Diri-nya (Brahman bertahta dalam bunga padma yang ada dijantung) Yang selanjutnya dia bisa terlepas dari kesusahan serta kematian..

Dia menjadi satu dengan Inti yang sangat halus yang tidak bisa dikenal oleh pengetahuan ataupun pembedaan yang sifatnya lahiriah.
Capailah BRAHMAN dengan semedi dan dengan demikaian kamu mencapai kebahagiaansebab Brahman adalah
SAT. . . . . . . Yang menciptakan dirinya sediri .
CHIT. . . . . . Yang Sadar (Maha Tahu).
ANANDA . . Kebahagiaan.

HINDARILAH PERDEBATAN, BERBICARALAH YANG SANTUN


"Yang paling dibenci Nabi dan paling jauh jaraknya dari beliau pada hari Kiamat adalah para penceloteh yang banyak bicara."

Salah satu tontonan terbanyak di TV kita saat ini selain ghibah (gossip, red) adalah berdebat. Anggota DPR berdebat dengan LSM, Polisi berdebat dengan pengacara, dan beberapa pihal lain.

Akibat berdebat, baru-baru ini seorang pengacara ternama hampir saja berduel. Gara-gara berdebat pula, tahun 2003, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jacob Nuwa Wea “menyerang” dan memukul kepala koordinator ICW Danang Widyoko di sebuah acara Today's Dialog di Metro TV. Tak hanya memukul, sang menteri juga dinilai menghina Danang dengan kata-kata.

Islam mengenal istilah jidal. Para ulama menafsirkannya dengan perdebatan dalam hal-hal yang tidak berguna atau tidak bermanfaat. Jidal adalah termasuk dalam perdebatan yang dilarang adalah semua perdebatan yang menyebabkan kegaduhan, mudharat kepada orang lain atau mengurangi ketentraman. Sementara perdebatan yang baik dan masih diperbolehkan adalah perdebatan untuk menjelaskan kebenaran sebagai kebenaran dan kebatilan sebagai kebatilan.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang paling keras penantangnya lagi lihai bersilat lidah’.” (HR Bukhari [2457] dan Muslim [2668]).

Diriwayatkan dari Abu Umamah r.a., ia berkata: “Rasulullah saw .bersabda, “Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapat petunjuk kecuali karena mereka gemar berdebat. Kemudian Rasulullah saw. membacakan ayat, “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.” (Az-Zukhruf: 58).” (Hasan, HR Tirmidzi [3253], Ibnu Majah [48], Ahmad [V/252-256], dan Hakim [II/447-448]).

Diriwayatkan dari Abu Ustman an-Nahdi, dalam sebuah hadist lain, ia berkata, “Aku duduk di bawah mimbar Umar, saat itu beliau sedang menyampaikan khutbah kepada manusia. Ia berkata dalam khutbahnya, Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Sesungguhnya, perkara yang sangat aku takutkan atas ummat ini adalah orang munafik yang lihai bersilat lidah’.” [HR Ahmad]

Kerap dijumpai di tengah masyarakat, peristiwa yang berakhir saling bunuh atau saling membinasakan. Jika ditelisik lebih jauh, kejadian tersebut bermula dari cekcok dan salah paham. Ini menjadi indikasi bahwa lidah memiliki bahaya besar bila tak dijaga.

Berikut beberapa adab terkait dengan urusan lidah atau bercakap.Islam adalah agama yang sangat rapi mengatur umatnya. Terhadap hal-hal sekecil apapun, Allah SWT sudah mengatur. Dalam Islam, berbicara, berbahasa dan bercakap-cakap harus punya adab dan sopan-santun nya. Di bawah ini adalah adab-adab berbicara dalam Islam yang harus menjadi pegangan kita.

Adab Bercakap

1. Ucapan Bermanfaat

Dalam kamus seorang Muslim, hanya ada dua pilihan ketika hendak bercakap dengan orang lain. Mengucapkan sesuatu yang baik atau memilih diam. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam (SAW) bersabda, "Barang siapa mengaku beriman kepada Allah dan hari Pembalasan hendaknya ia berkata yang baik atau memilih diam." (Riwayat al-Bukhari).

2. Bernilai Sedekah

"Setiap tulang itu memiliki kewajiban bersedekah setiap hari. Di antaranya, memberikan boncengan kepada orang lain di atas kendaraannya, membantu mengangkatkan barang orang lain ke atas tunggangannya, atau sepotong kalimat yang diucapkan dengan baik dan santun." (Riwayat al-Bukhari).

3. Menjauhi Pembicaraan Sia-Sia

Sebaiknya menghindari pembicaraan berujung kepada kesia-siaan dan dosa semata. "Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh jaraknya dariku pada hari Kiamat adalah para penceloteh lagi banyak bicara." (Riwayat at-Tirmidzi) .

4. Tidak Terperangkap Ghibah

"…Dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (al-Hujurat [49]: 12).

5. Tidak Mengadu Domba

Hudzaifah Radhiyallahu anhu (RA) meriwayatkan, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Tak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba." (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

6. Tidak Berbohong

"Sesungguhnya kejujuran itu mendatangkan kebaikan, dan kebaikan itu akan berujung kepada surga. Dan orang yang senantiasa berbuat jujur niscaya tercatat sebagai orang jujur. Dan sesungguhnya kebohongan itu mendatangkan kejelekan, dan kejelekan itu hanya berujung kepada neraka. Dan orang yang suka berbohong niscaya tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta." (Riwayat al-Bukhari).

7. Menghindari Perdebatan

Sedapat mungkin menjauhi perdebatan dengan lawan bicara. Meskipun boleh jadi kita berada di pihak yang benar. Sebab Rasulullah SAW telah menjamin sebuah istana di surga bagi mereka yang mampu menahan diri. "Aku menjamin sebuah istana di halaman surga bagi mereka yang meninggalkan perdebatan meskipun ia berhak untuk itu." (Riwayat Abu Daud, dishahihkan oleh al-Albani).

8. Tak Memotong Pembicaraan

Suatu hari seorang Arab Badui datang menemui Rasulullah SAW, ia langsung memotong pembicaraan beliau dan bertanya tentang hari Kiamat. Namun Rasulullah tetap melanjutkan hingga selesai pembicaraannya. Setelah itu baru beliau mencari si penanya tadi. (Riwayat al-Bukhari)

9. Hindari Mengolok dan Memanggil dengan Gelar yang buruk

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olok) itu lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) . Dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan yang lain. Karena boleh jadi perempuan (yang diperolok-olok) itu lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok) itu. Janganlah kamu saling mencela satu sama lain. Dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa yang tak bertobat maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (al-Hujurat [49]: 11).

10. Menjaga Rahasia

"Tiadalah seorang Muslim menutupi rahasia saudaranya di dunia kecuali Allah menutupi (pula) rahasianya pada hari Kiamat." (Riwayat Muslim). [Sahid/www.hidayatullah.com]

Minggu, 01 November 2009

Islamisasi Sains



PENDAHULUAN

Upaya menggagas islamisasi sains, dengan demikian dapat dipahami dalam kerangka revolusi sains menurut Thomas Kuhn, yaitu bahwa perkembangan sains dimulai dari krisis paradigma ilmu normal, diikuti oleh pengajuan paradigma baru dan periode pengembangan sains normal berbasis paradigma baru ini, kemudian diikuti oleh krisis lagi dan seterusnya.

Kerangka krisis paradigma sebagai perangkat revolusi atau pembaruan ilmu ini juga harus diberlakukan atas ilmu-ilmu agama yang diklaim telah diturunkan dari Al Qur’an dan Hadits. Penulis harus mengatakan bahwa perubahan paradigmatik yang paling mengundang kontroversi adalah perubahan-perubahan pada khasanah ilmu-ilmu agama karena ini berkaitan dengan dasar-dasar keyakinan manusia. Kata “Tauhid” sebagai cabang ilmu agama, misalnya, adalah sebuah kata asing dalam Al Qur’an, namun diyakini oleh mayoritas muslim dunia sebagai semacam pondasi Islam. Padahal, kata “iman” jauh lebih mendasar dan memiliki rujukan yang jauh lebih banyak dalam Al Qur’an. Akan tetapi, realitas wacana keislaman menunjukkan seolah “tauhid” lebih penting daripada “iman”, seperti tercermin dalam istilah “tauhid sosial”, misalnya. Makalah pendek ini akan mencoba menggagas aspek-aspek epistemologi sains baru ini.

Upaya melakukan kritik terhadap ilmu-ilmu agama ini bukanlah hal yang baru, bahkan telah dilakukan oleh pujangga besar Sir Muhammad Iqbal dalam disertasinya di awal abad 20 dalam “The Reconstruction of Islamic Thoughts”.

Upaya-upaya membangun kembali sains telah dicoba dimulai melalui upaya-upaya “islamisasi sains” oleh Sir Naquib Allatas pada awal 1970-an, dan diwujudkan dalam sebuah institusi pendidikan, yaitu Universitas Islam Internasional di Kuala Lumpur pada awal tahun 1980-an yang disponsori oleh Organisasi Konferensi Islam. Kelahiran beberapa UIN dari eks IAIN di Indonesia sedikit banyak mencerminkan upaya islamisasi sains ini. Sekalipun “islamisasi sains” mungkin kontroversial, penulis memahaminya sebagai upaya membangun sains baru ini.

Mudah-mudahan makalah ini dapat menjadikan kajian bersama dalam memahami sains menurut konsep Islam dengan kenyataan kehidupan sekarang ini.

SAINS

Secara sederhana sains merupakan tubuh pengetahuan (body of knowledge), Pengertian itu muncul penemuan ilmiah yang dikelompokkan secara sistematis.Sains juga dapat berupa produk. Produk yang dimaksud adalah fakta-fakta, prinsip-prinsip, model-model, hukum-hukum alam, dll. Sains juga dapat berarti suatu metoda khusus untuk memecahkan masalah, atau biasa disebut sains sebagai proses. Sains sebagai proses dapat berupa metoda ilmiah merupakan hal yang sangat menentukan pembuktian suatu kebenaran yang objektif. Sains sebagai proses yang dilakukan melalu metoda ilmiah ini, terbukti ampuh memecahkan masalah ilmiah sehingga membuat sains terus berkembang dan merevisi berbagai pengetahuan yang sudah ada.

Selain itu sains juga bisa berarti suatu penemuan baru atau hal baru yang dapat menghasilkan suatu produk. Produk tersebut biasa disebut dengan teknologi. Teknologi merupakan suatu sifat nyata dari aplikasi sains, suatu konsekwensi logis dari sains yang mempunyai kekuatan untuk melakukan sesuatu.

Sumbangan konsep dan ide dalam sains terbukti telah banyak mengubah pandangan manusia terhadap alam sekitarnya. Contoh-contoh sumbangan konsep dan ide sains diantaranya :
1.      Teori Relativitas Einstein. Teori relativitas umum ini misalnya telah mengubah pandangan orang secara drastis akan sifat kepastian waktu serta sifat massa yang dianggap tetap.
2.      Pengamatan bintang-bintang oleh Edwin Hubble melalui teleskop di Gunung Wilson pada tahun 1920-an misalnya, membawa beberapa implikasi seperti adanya galaksi lain selain Bimasakti dan adanya penciptaan alam semesta secara ilmiah dengan makin populernya teori ledakan besar (Big Bang).
3.      Teori grafitasi Newton yang dapat membuktikan bahwa planet berputar pada porosnya dan bergerak mengelilingi matahari pada lintasan tertentu.

Teori-teori dalam sains terus berkembang dengan pesatnya, menggantikan berbagai teori yang ternyata terbukti salah setelah melalui konfirmasi percobaan ataupun memperbaiki dan melengkapi teori yang telah ada sebelumnya. Suatu teori adalah suatu konstruksi yang biasanya dibuat secara logis dan matematis yang bertujuan untuk menjelaskan fakta ilmiah tentang alam sebagai mana adanya. Suatu teori yang baik harus mempunyai syarat lain selain dapat menjelaskan, yaitu dapat memberikan adanya prediksi.

Dari ketiga contoh di atas kadang manusia lupa , siapa yang menciptakan ruang, masa dan waktu yang disampaikan Einstein tersebut ?. Siapa yang menciptakan bintang dan benda-benda langit lainnya yang diamati Hubble ?. Dan siapakan yang menciptakan gravitasi dengan bumi planet lainnya yang diamati Newton ?. Melupakan yang causal itulah yang membuat orang sekuler !

Jadi untuk menghindari sekulerisme tersebut dalam sains diperlukan suatu bimbingan. Dan bimbingan agar manusia tidak takabur adalah agama. Agama tersebut diantaranya adalah Islam.

ISLAMISASI SAINS

Islamisasi sains tidak hanya berarti menyisipkan ayat-ayat suci Al Quran yang sesuai dengan konsep tertentu dalam sains. Tetapi terfokus kepada bagaimana islam sebagai pondamen nilai yang mengikat sains (value bound ). Atau bagaimana pemahaman sains dapat meningkatkan kadar iman dan takwa terhadap sang Kholiq. Jadi penulis membuat istilah Islamisasi Sains ke dalam dua katagori :  (1) Islam to Sains; (2) Sains to Islam

Dasar pemikiran tersebut berangkat dari lima ayat dalam Surat Al-Alaq ; Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah yang mengajarkan dengan pena. Mengajar manusia hal-hal yang belum diketahuinya (Q. S. Al-Alaq:1-5). Lima ayat ini bukan sekadar perintah untuk membaca ayat quraniyah. Terkandung di dalamnya dorongan untuk membaca ayat-ayat kauniyah di alam. Manusia pun dianugerahi kemampuan analisis untuk mengurai rahasia di balik semua fenomena alam. Kompilasi pengetahuan itu kemudian didokumentasi dan disebarkan melalui tulisan yang disimbolkan dengan pena. Pembacaan ayat-ayat kauniyah ini akhirnya melahirkan sains. Ada astronomi, fisika, kimia, biologi, geologi, dan sebagainya.

Mari kita kaji kedua katagori tersebut ke dalam contoh berikut :

Teori klasik menyatakan alam ini terdiri dari empat unsur yaitu tanah, udara, api dan air.  Mari kita analisa, disadari atau tidak oleh kita, isyarat itu mewarnai apa yang kita pelajari tetang alam ini; Mengapa daratan dibuat dengan ketinggian yang berbeda, tentunya agar air dapat mengalir melewati sungai, sehingga memberi kehidupan pada makhluk yang dilewatinya. Demikian juga dengan tekanan dan suhu udara. Tekanan dan suhu udara dibuat berbeda-beda di setiap lapisan (atmosfer) dan di setiap tempat. Hal itu menyebabkan timbulnya angin. Dan angin dapat menimbulkan perubahan cuaca, salah satunya dapat menimbulkan hujan. Hujan dapat menyuplai air ke permukaan bumi, dimana air merupakan sumber kebutuhan utama bagi kehidupan manusia.

Marilah kita renungkan, baik fenomena alam yang terjadi disekitar kita, maupun aktivitas yang kita lakukan sehari-hari. Berapakah ketinggian gunung, kedalaman laut, tekanan udara, kelajuan angin dan banyak lagi penomena alam lainya. Demikian juga keadaan fisik dan aktivitas yang kita lakukan. Berapakah berat badan kita, tinggi badan kita, suhu badan kita, lama hidup kita di dunia, dan banyak hal lain lagi yang dapat dianalisa sebagai bahan renungan kita terhadap kebesaran yang maha kuasa.

Oleh karena itu, kita ”wajib” meyakini bahwa bukan kita manusia, hewan atau tumbuhan yang telah menciptakan benda dengan berbagai ukuran, tetapi ”Allahlah” yang telah menciptakannya seperti apa yang diisyaratkan oleh Allah dalam Quran Surat Al Qomar ayat 49, Yang artinya : Sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.

Besaran-besaran yang dapat diukur itu merupakan besaran fisika atau biasa disebut dengan besaran fisis. Allah telah menciptakan ; ketinggian, suhu, tekanan, kelajuan, berat, waktu dan banyak lagi besaran fisika lainnya. Semuanya diciptakan Allah memiliki ukuran tertentu yang dinyatakan dalam satuan ukur.

Dari salah satu contoh sains di atas, maka dari esensinya, sains sudah Islami. Hukum hukum yang digali dan dirumuskan sains seluruhnya tunduk pada hukum Allah. Pembuktian teori-teori sains pun dilandasi pencarian kebenaran, bukan pembenaran nafsu manusia. Dalam sains, kesalahan analisis dimaklumi, tetapi kebohongan adalah bencana.

Contoh lain adalah kekeliruan analisis terhadap hukum kekekalan massa dan energi. Massa tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi dapat berubah ke dalam bentuk lain. Hukum konservasi massa dan energi ini dinilai menentang tauhid Padahal, hukum ini adalah hukum Allah yang dirumuskan manusia, bahwa massa dan energi tidak bisa diciptakan dari ketiadaan dan tidak bisa dimusnahkan, alam dan manusia hanya bisa mengalihkannya menjadi wujud yang lain. Hanya Allah yang kuasa menciptakan dan memusnahkan. Bukankah itu sangat Islami?

Jadi, Islamisasi sains bukan menempatkan Ayat Alquran sebagai alat analisis sains. Dalam sains, rujukan yang dipakai mesti dapat dipahami siapa pun tanpa memandang sistem nilai atau agamanya. Tidak ada sains Islam dan sains non-Islam, yang ada saintis Muslim dan saintis non-Muslim. Pada merekalah sistem nilai tidak mungkin dilepaskan. Memang tidak tampak dalam makalah ilmiahnya, tetapi sistem nilai yang dianut seorang saintis kadang tercermin dalam tulisan populer atau semi-ilmiah. “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan”. Maka, riset saintis Muslim berangkat dari keyakinan bahwa Allah pencipta dan pemelihara alam serta hanya karena-Nya pangkal segala niat.

Atas dasar itu, setiap tahapan riset yang menyingkap mata rantai rahasia alam disyukuri bukan dengan berbangga diri, melainkan dengan ungkapan “Rabbana maa khaalaqta haadza baathilaa”. Tuhan kami, tidaklah Engkau ciptakan semua ini sia-sia (Q. S. 3:191).

Uraian di atas menunjukan Islam to sains, yaitu riset saintis muslim yang berangkat dari keyakinan bahwa Allah pencipta dan pemelihara alam semesta, dan keyakinan itu bersumber dari Al Quran dan Al Hadits. Sekarang bagaimanakah memahami Sains to Islam ?. Marilah kita mulai dengan sebuah contoh !

Apa yang ada dalam benak pikiran kita tentang api ? Api adalah panas, api adalah terang atau berwarna. Api adalah panas dan panas adalah kalor dan kalor berhubungan dengan suhu / temperature (T). Warna apa sajakah yang kita lihat dari api ? merah, kuning, hijau, biru dll. Warna adalah gelombang dan gelombang berhubungan dengan panjang gelombang/ lamda (λ). Panas manakah api merah dan api biru ? besar manakah panjang gelombang merah dan panjang gelombang biru ?. Hubungan antara panjang gelombang dengan suhu merupakan sebuah teori dan fakta yang biasa disebut dengan konsep. Dan konsep merupakan sains. Lalu apa yang merupakan sumber dari api ? mengapa api panas ? dan siapa yang menciptakan warna ?.

Dari pemahaman konsep sains tersebut dapat menggiring manusia kepada keyakinan bahwa segala sesuatu ada yang menciptakan yaitu Allah SWT. Jadi Sains to Islam suatu keyakinan terhadap Allah berdasarkan analisis terhadap bukti yang diciptakan-Nya. Dan analisis terhadap bukti yang diciptakaNya dapat dilakukan dengan suatu metode, dan metode tersebut adalah metode ilmiah, sebagai contoh :

Dalam tulisan ini diajukan sebuah paradigma sains alternatif. Untuk tujuan ini harus dikatakan, bahwa kata “iman” dan beragam bentuk turunannya amat banyak dibicarakan dalam al Qur’an, sehingga sesungguhnya lebih layak dipakai sebagai basis sains daripada kata “tauhid” yang sama sekali tidak dipakai dalam Al Qur’an. Bahkan jibril seolah membagi Al Qur’an ke dalam sebuah sistematika tertentu, yaitu iman, islam, ihsan, dan sa-ah.

Al Qur’an harus dipandang sebagai kerangka sistem aksiomatika ilmu -terutama ilmu sosial- karena tidak ada keraguan di dalamnya (la rayba fii hi), bahkan memberi penjelasan atas segala sesuatu (tibyaanan li kulli syai’in). Al Quran tersusun oleh kerangka teoretik ilmu-ilmu sosial (ayat-ayat muhkamaat), sedangkan lainnya merupakan penjelasan kerangka teori ilmu-ilmu sosial tersebut yang disajikan melalui perumpamaan-perumpamaan astronomi, biologi, fisika, dsb. (ayat-ayat mutasyaabihaat). Jadi, perbedaan antara muhkamat dan mutasyabihat adalah perbedaan antara isi/kandungan dengan bungkus/kandang, bukan anatara ayat yang jelas dan yang tidak jelas. Sebab jika hal ini menyangkut ayat-ayat yang jelas dan tidak jelas, kedudukan Al Quran sebagai petunjuk dan pedoman hidup tidak bisa lagi dipertahankan.

Al Qur’an sendiri mengajukan definisi sains, sebagaimana dinyatakan dalam Surat Ar-Rachman. Lima ayat pertama surat Ar Rachman memberi definisi sains alternatif, yaitu saat mendefinisikan al bayyan sebagai rangkaian informasi dari Allah swt. tentang astronomi, biologi, dan kehidupan sosial. Model kognitif atau metodologi sains alternatif bisa dirumuskan dengan memperhatikan surat Yunus : 5 yang menggambarkan metodologi sains ini melalui perumpaman astronomi. Jika realisme dan naturalisme dapat diibaratkan sebagai sebuah metode gerhana bulan (moon eclipse) , dan idealisme sebagai gerhana matahari (sun eclipse), maka metodologi alternatif ini adalah metode non-gerhana. Jika bulan melambangkan manusia, bumi melambangkan alam, dan matahari melambangkan Sang Pencipta, maka gerhana bulan menggambarkan penyembahan manusia atas alam semesta, sedangkan gerhana matahari menggambarkan penuhanan manusia atas dirinya sendiri.

Penuhanan diri sendiri yang sering dilakukan oleh para pemimpin agama gadungan digambarkan Qur’an melalui upaya-upaya kadzdzaba, yaitu “yaktubuuna al kitaaba bi aydii-him, tsumma yaquluuna haadza min ‘indillah, liyastaruu bihi tsmanan qaliilan”. Sementara penuhanan pada alam dilakukan oleh para saintis melalui proses-proses “pencurian” ilmu (tawallay), dengan mengatakan “penemuanku” daripada mengatakan “sunnatullah”.

PERLUKAH ISLAMISASI SAINS ?

Sebenarnya, perlukah Islamisasi sains ? Dari uraian di atas sudah jelas, maka untuk memperjelas atas jawaban tersebut dengan kita kaji lima ayat ini. “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah yang mengajarkan dengan pena. Mengajar manusia hal-hal yang belum diketahuinya (Q. S. Al-Alaq:1-5). Lima ayat ini bukan sekadar perintah untuk membaca ayat quraniyah. Terkandung di dalamnya dorongan untuk membaca ayat-ayat kauniyah di alam. Manusia pun dianugerahi kemampuan analisis untuk mengurai rahasia di balik semua fenomena alam. Kompilasi pengetahuan itu kemudian didokumentasi dan disebarkan melalui tulisan yang disimbolkan dengan pena. Pembacaan ayat-ayat kauniyah ini akhirnya melahirkan sains. Ada astronomi, fisika, kimia, biologi, geologi, dan sebagainya.

Maka dari esensinya, sains sudah Islami, Hukum-hukum yang digali dan dirumuskan sains seluruhnya tunduk pada hukum Allah. Pembuktian teori-teori sains pun dilandasi pencarian kebenaran, bukan pembenaran nafsu manusia. Dalam sains, kesalahan analisis dimaklumi, tetapi kebohongan adalah bencana. Al Faruqi menetapkan lima sasaran dari rencana kerja Islamisasi Sains atau Ilmu, yaitu:
1.      Menguasai disiplin-disiplin modern
2.      Menguasai khazanah Islam
3.      Menentukan relevansi Islam yang spesifik pada setiap bidang ilmu pengetahuan modern
4.      Mencari cara-cara untuk melakukan sintesa kreatif antara khazanah Islam dengan Khazanah ilmu pengetahuan modern.
5.      Mmengarahkan pemikiran Islam ke lintasan-lintasan yang mengarah pada pemenuhan pola rancangan Allah.

Hukum konservasi massa dan energi yang secara keliru sering disebut sebagai hukum kekekalan massa dan energi sering dikira bertentangan dengan prinsip tauhid. Padahal itu hukum Allah yang dirumuskan manusia, bahwa massa dan energi tidak bisa diciptakan dari ketiadaan dan tidak bisa dimusnahkan. Alam hanya bisa mengalihkannya menjadi wujud yang lain. Hanya Allah yang kuasa menciptakan dan memusnahkan. Bukankah itu sangat Islami?

Demikian juga tetap Islami sains yang menghasilkan teknologi kloning, rekayasa biologi yang memungkinkan binatang atau manusia memperoleh keturunan yang benar-benar identik dengan sumber gennya. Teori evolusi dalam konteks tinjauan aslinya dalam sains, juga Islami bila didukung bukti saintifik. Semua prosesnya mengikuti sunnatullah, yang tanpa kekuasaan Allah semuanya tak mungkin terwujud.

Jadi, Islamisasi sains kurang tepat. Menjadikan ayat-ayat Alquran sebagai rujukan, yang sering dianggap salah satu bentuk Islamisasi sains, juga bukan pada tempatnya. Dalam sains, rujukan yang digunakan semestinya dapat diterima semua orang, tanpa memandang sistem nilai yang dianutnya. Tegasnya, tidak ada sains Islam dan sains non-Islam.

Hal yang pasti ada hanyalah saintis Islam dan saintis non-Islam. Dalam hal ini sistem nilai tidak mungkin dilepaskan. Memang tidak akan tampak dalam makalah ilmiahnya, tetapi sistem nilai yang dianut seorang saintis kadang tercermin dalam pemaparan yang bersifat populer atau semi-ilmiah.

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan”. Maka, riset saintis Islam berangkat dari keyakinan bahwa Allah pencipta dan pemelihara alam serta hanya karena-Nya pokok pangkal segala niat. Atas dasar itu, setiap tahapan riset yang menyingkapkan satu mata rantai rahasia alam semestinya disyukurinya dengan ungkapan “Rabbana maa khaalaqta haadza baathilaa, Tuhan kami tidaklah Engkau ciptakan semua ini sia-sia” (Q. S. 3:191), bukan ungkapan bangga diri.

Apakah ide Islamisasi Sains Mendesak ?
Sebab Ilmu yang rusak, adalah sumber dari kerusakan, dari ilmu yang rusak, lahir pula ilmuwan atau saintis yang rusak, bahkan ulama yang rusak, padahal tujuan ilmu mengantarkan manusia tidak syirik, melahirkan kebahagiaan dan peradaban yang maju
Imam Al-Ghazali dalam Ihya ’ Ulumuddin : Rakyat yang rusak gara-gara penguasa / Pemimpin yang rusak dan penguasa rusak, gara-gara ulama yang rusak dan ulama rusak terjangkit penyakit “Hubbu dunya (Cinta Dunia)

KESIMPULAN

Dalam rangka keluar dari krisis manusia modern sebagai krisis ilmu ini, ummat Islam perlu bekerja keras untuk membangun kerangka paradigmatik sains alternatif, dengan ciri pokok sebagai berikut :

1.      Menjadikan Al Qur’an sebagai sebuah sistem aksiomatika sains sosial (sunnaturasul).

2.      Sains alam (ayat-ayat mutasyabihaat) menyediakan data-data penjelasan bagi sains sosial (ayat-ayat muhkamaat) –sosiologi, ekonomi, politik, sejarah. Sains sosial berada dalam hirarki ilmu yang lebih tinggi daripada sains alam.

3.      Ilmu dikembangkan dengan model kognitif atau metodologi non-gerhana, sebut saja metode “ibda’ bismillah wa akhir ha bil hamdulillah) di mana Allah swt sebagai wakil, manusia sebagai mutawakkil, dan alam sebagai ladang pengabdian manusia pada Allah swt yang senantiasa dilakukan “dengan asma Allah (bi-ismi-Allah), dan diakhiri dengan “sikap menyanjung kehidupan menurut ilmu Allah (al-hamdulillah)”.

PENUTUP

Terlepas dari perdebatan tentang perlu tidaknya Islamisasi Sains atau bagi yang mengganggap perlu kemudian juga berdebat tentang pengertian dan metode Islamisasi tersebut, adalah sungguh menarik kita melihat perkembangan pemikiran tersebut. Tradisi berfikir ilmiah, realistis sekaligus idealis, namun tidak ‘jauh’jauh’ dari wahyu ini tentu saja perlu untuk menjadi contoh bagi perkembangan intelektualitas ummat selanjutnya. Gambaran tokoh-tokoh di atas yang dalam kurun dua dasawarsa telah menyumbangkan sebuah ‘pentas’ perdebatan yang tak jarang meninggalkan dokumen otektik berupa buku, makalah atau dokumentasi lainnya kemudian mungkin meninggal kan sebuah pertanyaan. Mungkinkah upaya ini masih banyak dibaca oleh generasi selanjutnya ? Apakah upaya yang menghabiskan waktu, tenaga dan fikiran itu bisa menjadi dasar untuk bangkitnya ilmuan Islam selanjutnya ?

Demikian.Wallahu Alam Bissawab.

DAFTAR PUSTAKA

Haedar Nashir, Agama dan Krisis Kemanusiaan Modern, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997)

Herati Nurhadi dalam M. Sastrapateja dkk., Menguak Mitos-mitos Pembangunan: Telaah Etis dan Kritis (Jakarta: Gramedia, 1986),

Akbar S. Ahmed, Postmodernisme: Bahaya dan Harapan bagi Islam, cet. IV, (Bandung: Mizan, 1996),

Djamaluddin Ancok & Fuat Nashori Suroso, Psikologi Islami: Solusi Islam atas Problem-Problem Psikologi, Cet. IV,(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001),

Abdurrahmansyah, Prinsip-prinsip Filosofis Kurikulum Pendidikan Islam (Telaah atas Pemikiran Ismail Raji Al Faruqi), (Yogyakarta: tesis MSI UII, 2000),

Nuim Hidayat, “Bahaya Sekularisasi Pendidikan”, Harian Umum Republika, (25 Maret 2003), Hal. 5, Kolom V.

Ismail Raji Al Faruqi dan Lamya Al Faruqi, Atlas Budaya Islam, terj. Moh. Ridzuan Othman et. Al., (Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Kementrian Pendidikan Malaysia, 1992).

Buku Islamization of Knowledge: General Principles and Workplan telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Anas Mahyudin, Ilamisasi Pengetahuan, (Bandung: Pustaka, 1995).

Buku ini telah juga telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Rahmani Astuti, Tauhid, (Bandung, Pustaka, 1982).

Abdurrahmansyah, Prinsip-prinsip Filosofis Kurikulum Pendidikan Islam (Telaah atas Pemikiran Ismail Raji Al Faruqi), (Yogyakarta: tesis MSI UII, 2000), hal. 29.

Fazlur Rahman, “Islamisasi Ilmu: Sebuah Respon”, dalam Jurnal Ulumul Qur’an, nomor:4, Vol. III,1992,

M. Ihsan Dacholfany adalah Sekjur  STAI Bani Saleh Bekasi

Adil terhadap diri dan keluarga




بسم الله الرحمن الرحيم

Dan wajib bagi kamu untuk berlaku adil kepada orang-orang yang berada di bawah asuhanmu, baik berkenaan dengan makna adil secara umum ataupun khusus, dan menjaga mereka dengan penjagaan yang sebenar-benarnya dan membimbing mereka, karena الله SWT akan bertanya kepadamu Perihal mereka . Bukankah setiap penggembala akan dipertanyakan tentang gembalaannya, terutama yang khusus yaitu gembalaanmu anggota badanmu yang tujuh macam seperti lisan, pendengaran, pemglihatan, perut, alat kelamin, tangan dan kaki.

Karena sesungguhnya ketujuh anggota badan ini adalah gembalamu yang dipercayakan kepadamu الله untuk digembala dan Merupakan Amanat yang dipercayakan kepadamu. Maka wajib bagi kamu-wahai diriku-untuk khusus untuk perjalanan dinas tersebut dari Amanat menghianatinya dan menggunakannya untuk melaksanakan thaat kepada-Nya. Sesungguhnya الله SWT Menciptakan untukmu anggota badan tersebut agar kamu dapat melaksanakan ta'at kepada-Nya dan itulah sebesar-besar الله ni'mat yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur atasnya serta tidak mempergunakannya untuk bermaksiyat kepada-Nya. Jika engkau Meninggalkan dari hal yang demikian Sehingga tidak mempergunakan Sebagaimana mestinya, maka sesungguhnya engkau telah ni'mat الله Mengganti dengan kekufuran.

Jika bukan karena الله menundukkan anggota badan dan memaksa mereka untuk patuh kepadamu Niscaya kamu tidak dapat mempergunakan mereka untuk bermaksiyat kepada-Nya. Dan setiap anggota badan tersebut akan berkata kepadamu "Apabila engkau akan mempergunakan semua ini untuk hamba wahai الله bermaksiyat maka takutlah kepada-Nya dan jangan engkau buat diriku engkau benci Sehingga pergunakan untuk Melakukan perbuatan yang diharamkan الله. Jika engkau bermaksiyat kepada الله maka engkau akan kembali kelak Denganku Bertemu dan akan aku katakan, ' "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah melarangnya akan tetapi ia tidak Mendengarkan, maka aku bebas darinya atas apa yang telah ia perbuat."'

Maka barang kali kelak engkau akan berdiri dihadapan anggota badanmu الله Sehingga dapat berkata dan menjadi saksi atas apa yang engkau perbuat Beberapa dari perbuatan baikmu. Dan takutlah kamu-wahai diriku-mempergunakan anggota badan daripada perbuatan buruk demi untuk Menghadapi hari yang tiada keraguan padanya (hari kiyamat). Tiadalah bagimu tempat berlari pada hari itu, demikian pula tiada tempat berlindung pada hari yang pada hari itu tiada bermanfaat harta benda dan anak keturunan, kecuali mereka yang datang menghadap الله dengan hati yang saliim.

Adapun yang dimaksudkan dengan makna gembalaan secara umum adalah orang-orang yang الله jadikan mereka berada di bawah kekuasaanmu seperti anak-anak, isteri dan hamba sahaya. Maka mereka semua adalah gembalaanmu. Oleh karena itu wajib bagi kamu-wahai diriku-untuk membimbing mereka untuk menegakkan apa yang difardhukan الله Beberapa dari mereka atas perbuatan ta'at, dan mendidik mereka tentang apa yang diharamkan الله Beberapa dari perbuatan maksiyat kepada-Nya. Dan takutlah Meninggalkan membiarkan mereka hal yang wajib dan Mengerjakan yang haram dan ajaklah mereka pada jalan keselamatan dan kebahagiaan mereka di akhirat. Dan didiklah mereka dengan budi pekerti yang baik dan jangan tanamkan ke dalam hati mereka hubbuddunya (cinta dunia) dan kesenangan-kesenangannya Sehingga yang demikian itu akan menyebabkan keburukan bagi mereka. Sungguh telah datang penjelasan bahwasanya ahlulbait / anggota keluarga kelak akan berkata dihadapan الله "Wahai Tuhanku, sesungguhnya dia tidak memberitahu kepadaku apa yang Engkau wajibkan atasku Beberapa dari hak-Mu.

Dan wajib bagi kamu-wahai diriku-untuk mempergauli mereka dengan adil dan menghormati mereka. Adapun adil yang dimaksud adalah mereka yang Memenuhi hak الله untukmu wajibkan atas mereka dari nafakah, pakaian, dan mempergauli mereka dengan baik. Kewajiban dan berlaku adil termasuk Mencegah mereka adalah daripada orang menzalimi antara satu dengan yang lainnya.

Dan wajib bagi kamu-wahai diriku-untuk memberi maaf atas kesalahan mereka dan berbelas kasihan kepada mereka, barang kali yang demikian itu akan menambah timbangan kebaikanmu, maka tidak Seharusnya mereka adalah bagianmu dari pahala sementara mereka mendapatkan siksa. Dan khususkanlah kepada para wanita di dalam Ahlul baitmu dengan penjagaan ekstra ekpada dan kasih sayang mereka karena mereka memiliki kekurangan dalam hal akal dan agama. Dan ajarilah mereka tentang hukum haid, Fardhu mandi besar, wudhu, shalat dan puasa dan Beberapa hak suami dan apa saja yang berlaku dalam masalah itu. Sungguh telah berfirman الله, ان الله يأمركم بالعدل والاحسان ... الاية

TETAPLAH BERJALAN



Manakala seorang salik berkeinginan untuk berhenti pada sesuatu yang telah dibukakan untuk dirinya (dari beberapa ma’rifat), niscaya akan ada seruan dari alam hakikat “Sesungguhnya yang engkau cari (bukan itu) tetapi masih berada di depanmu”. Dan manakala ditampakkan keindahan alam semesta (yang menarik hati untuk condong kepadanya, maka hakikatnya akan menyeru, “Sesungguhnya aku ini adalah fitnah oleh karena itu janganlah engkau kufur”.

Orang yang menempuh perjalanan menuju Alloh akan ditampakkan di tengah perjalanannya berbagai cayaha dan rahasia-rahasia. Apabila timbul keinginan untuk berhenti pada penampakan-penampakan itu, dimana ia berkeyakinan bahwa ia telah sampai pada tujuan dan ma’rifah, niscaya akan ada seruan yang lembut (hatif) dari alam hakikat, “sesungguhnya sesuatu yang engkau cari masih berada di depanmu, oleh karena itu bersungguh-sungguhlah dalam berjalan dan jangan berhenti”. Dan manakala diperlihatkan keelokan dunia dan alam semesta beserta kecantikannya sehingga membuat hati condong dan tertarik kepadanya, niscaya ia akan dipanggil dari alam hakikat, “sesungguhya aku adalah fitnah maka janganlah engkau kufur dan pejamkanlah matamu dari semua itu dan janganlah engkau berpaling kepadanya, dan abadikan suluk (perjalananmu)”.

Ketahuilah sesungguhnya apabila engkau masih memiliki hasrat dan keinginan selain Alloh berarti engkau masih dalam perjalanan yang jauh dan belum sampai tujuan. Jika engkau membersihkan segala keinginanmu, niscaya telah sampailah engkau. Alangkah sesuainya apa yang disampaikan oleh Abul Hasan At-Tustari mengenai hal di atas :

Dan janganlah engkau menoleh kepada yang lain dalam perjalananmu
Karena sesungguhnya segala sesuatu selain Alloh akan berubah
Maka jadikanlah dzikir kepada-Nya sebagai perisai

Pada kesempatan lain dikatakan,” Ingatlah jika engkau ingin mendapatkan bagian dari apa yang diperoleh para kekasih Alloh, wajib bagi kamu untuk meninggalkan manusia kecuali mereka yang dapat menunjukkanmu jalan kepada Alloh baik dengan isyarah yang benar dan amal yang kokoh yang tidak berlawanan dengan kitab dan sunah, dan berpalinglah dari dunia secara keseluruhan. Dan janganlah kamu termasuk golongan orang yang berpaling dari dunia akan tetapi mengharapkan sesuatu yang lain, akan tetapi jadikanlah keberpalingan itu menuju penghambaan kepada Alloh SWT yang memerintahkanmu untuk berpaling dari musuh-Nya. Apabila engkau telah mendapatkan dua perkara ini (berpaling dari manusia dan zuhud atas dunia) maka engkau akan teguh bersama Alloh dengan bermuraqabah kepada-Nya, senantiasa bertaubat, beristighfar dan senantiasa kembali kepada-Nya, tunduk dengan hukum-hukum-Nya, dan istiqamah

Adapun penafsiran masalah di atas yaitu, bahwa engkau berdiri sebagai hamba Alloh dan selalu mengawasi hatimu agar hatimu tidak melihat sesuatu di dunai ini selain Dia. Apabila datang di hatimu sesuatu selain Dia, maka akan ada seruan kebenaran (hatif yang haq) yang berkata, “Sesungguhnya engkau telah buta dari jalan kebenaran. Bagaimana engkau berdiri dihadapan Alloh dengan keadaan seperti itu sementara engkau telah pula mendengarkan firman-Nya
  
وَكَانَ اللّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ رَ قِيْبَا
 
” Dan sesungguhnya Alloh mengawasi segala sesuatu”. 

Maka pada saat itu akan tumbuhlah rasa malu pada dirimu yang akan membawamu kepada taubat dan semestinya engkau abadikan taubatmu