Senin, 16 Agustus 2010

PEMAHAMAN SULUK DALAM THARIQOH

Suluk sebenarnya hampir sama dengan  thari. Keduanya memiliki arti kata "cari" atau "jalan", dalam istilah sufi cara buat jalan mendekati tuhan dan beroleh makrifat. Tetapi pengertian suluk  itu lama kelamaan di tujukan kepada semacam latihan, yang di lakukan dalam jangka waktu tertentu untuk memperoleh keadaan mengenai ahwal dan maqamat dari orang yang melakukan tariqat itu
 
Kita ketahui bahwa tarikat itu tujuannya adalah mempelajari kesalahan-kesalahan pribadi (intropeksi), baik dalam melakukan amal ibadah atau dalam pergaulan di tengah masyarakat, dan memperbaikinya. 
 
Pekerjaan ini di lakukan seorang syaikh atau mursyid yang pengetahuannya dan pengalamannya jauh lebih tinggi dari murid yang di binanya. Seorang murid kemudian dibawa kepada perbaikan-perbaikan yang dapat menyempurnakan keislamannya dan memberikan dia kebahagiaan dalam menempuh jalan kepada Tuhan itu. 
 
Oleh karena kesalahan murid dan berlain-lainan itu tidak sama, maka perbaikan-perbaikan yang dilakukan ahli tariqat pun bermacam-macam adanya. Maka meskipun tujuannya semuanya satu, suluk untuk mencapai tujuan itu berlain-lainan, tergantung kebutuhan perbaikan yang alam dibasah oleh kepentingan itu.


Adapun suluk atau jalan yang dilalui oleh para sufi dapat dilakukan melalui beberapa cara: :

- Pertama, ibadah. Yaitu jalan yang ditempuh dalam suluk semacam mengenai perbaikan syariat, yang sebenarnya merupakan ritual kehidupan muslim sehari-hari seperti wudu', shalat, zikir, dan tadarus. Beberapa dalam mempelajari dan melakukannya sehingga semua ibadah-ibadah itu menjadi lebih sempurna. Meskipun demikian, menurut para sufi petunjuk yang diperoleh dalam amal yang demikian itu tidaklah sama, ada lekas mencapainya dan ada yang sampai bertahun-tahun perbuatannya dan ihwal-nya dalam beribadah itu belum berubah. Yang berkepentingan belum dapat menangkap hikmah-hikmah dan kegemaran dalam beribadah lahir itu.

- Kedua, riyadhah. Yaitu latihan diri dengan bertapa, mengurangi makan, minum, tidur, berkata, dan sebagainya yang di anggap perlu menurut musysidnya. Riyadhah meliputi segala yang sekiranya dapat mengarah sang murid menuju penyucian diri dan mengenal nilai-nilai luhur yang mesti ditegakkan oleh seorang sufi. Termasuk dalam kategori ini misalnya: samat (berdiam diri menahan hawa nafsu), penderitaan (pergi ke hutan, bukit, gunung atau pergi menempuh jarak yang sangat jauh), tariqul hikmah wa badhlu-l-jah (latihan yang di berikan agar sang murid mengenal etika sosial/muamalah)


Jadi dengan demikian, suluk bagi seorang sufi bertujuan antara lain untuk membawa murid kepada tingkatan atau maqam tertentu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar