Rabu, 09 Juni 2010

WUJUD TUHAN

 
Seorang atheis menemui Guru dan berkata: “Saya dengar Bapak telah bertemu langsung dengan Tuhan. Apa benar?”

“Ya”, jawab Guru kalem.

“Bagaimana wujud Tuhan?”

“Apakah Tuhan harus berwujud?”, Guru balik bertanya.

“Apakah Tuhan tidak berwujud?”

“Tidak ada yang mengharuskan Tuhan berwujud pun tidak berwujud. Manusialah yang sibuk mempersoalkan hal yang remeh-temeh itu.”

***

Kebanyakan dari kita —baik yang theis maupun yang mengaku atheis— umumnya punya sebentuk konsep tentang segala sesuatu, termasuk tentang Tuhan. Konsep inilah yang kita percayai, kita pertahankan mati-matian, bahkan sampai saling bunuh. Konsep-konsep ini jugalah yang kemudian kita sebut ‘agama’ ataupun ‘kepercayaan’, bahkan ‘keyakinan’.

Padahal, yang sebetulnya dipersoalkan bukanlah ada atau tidaknya Tuhan, berwujud atau tidaknya Tuhan, dan semua tetek-bengek itu, melainkan konsep-konsep kita tentang itu.

Makanya, pertanyaan mendasar kita sebetulnya adalah: Apakah kita bisa bebas dari konsep... bukan secara intelektual, melainkan secara faktual, secara eksperiensial?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar