Minggu, 14 Maret 2010

MENGKOSONGKAN PIKIRAN



Banyak teman-teman menyampaikan apa-apa yang dibaca dan didengarnya mengenai hal-hal yang berhubungan dengan meditasi, yaitu mengenai penolakan pengalaman, dan sebaliknya menganjurkan mengosongkan pikiran. Meditasi adalah mengosongkan pikiran. Tetapi perlu diperjelas lagi bahwa kita tidak mengosongkan pikiran begitu saja. Hal itu merupakan point yang kita tidak setuju sama sekali. Dalam meditasi angka, mengosongkan pikiran untuk membiarkannya menjadi kosong tidaklah benar. Dan pikiran tidak akan pernah bisa dikosongkan. Ia harus berisi. Ia harus berisi oleh hal-hal duniawi, atau ia harus kita isi penuh dengan hal-hal spiritual.

Itulah keberadaan sang pikiran. Ia tidak pernah kosong. Oleh karena itu, usaha untuk mengosongkan pikiran adalah sebuah usaha sia-sia belaka. Jika dalam medang kita mengosongkan pikiran, maka itu artinya kita mengosongkan diri dari kesibukan luar. Sebaliknya kita mengaktifkan diri dalam kesibukan di dalam. Itulah yang kita lakukan. Meditasi berarti sibuk ke dalam. Meditasi berarti melihat ke dalam. Meditasi berarti lelap ke dalam sang diri. Pikiran tidak akan pernah bisa dikosongkan. begitu anda masuk kedalam sang diri, maka anda akan melihat alam makrokosmos. Dengan demikian, maka anda akan memasuki ruang yang maha luas yang tiada terbatas. Suatu ruang yang tidak bisa anda jangkau dengan mengelilinginya menggunakan pesawat berkecepatan tinggi dalam waktu ratusan penjelmaan. Ruang yang dipenuhi oleh berbagai rahasia-rahasia, yang merupakan rahasia dari segala rahasia. Itulah yang anda akan lihat dan alami dengan memalingkan perhatian anda ke dalam diri. Semua itulah yang akan anda saksikan. Semua pemandangan "divine" seperti itu akan memberikan sentuhan tenaga spiritual kepada anda. Sebab semua itu bukanlah pemandangan dunia, melainkan pemandangan alam lain. Alam kasat mata. Alam yang dipenuhi oleh getaran spiritual.

Dengan meditasi angka, orang akan mudah mendapatkan kekuatan-kekuatan spiritual seperti itu. Angka yang telah terprogram akan mampu "menyedot" divine power, atau tenaga spiritual yang sangat bermanfaat demi penyempurnaan diri lahir batin. Orang jangan gagal men-siddhikan angkanya. Orang jangan bosan mematangkan angka pilihannya. Sebab keberhasilan mematangkan angka pilihan akan sangat membantu orang dalam mencapai berbagai hal-hal yang sangat indah. Yaitu hal spiritual.

Dengan demikian kita dibimbing secara pasti menuju alam kedamaian, alam cinta kasih, alam dimana tidak ada perseteruan, alam dimana kita tidak lagi dibatasi oleh pembatasan-pembatasan material.

Jadi, dalam mengembangkan meditasi angka, ada dua hal yang sangat penting untuk diberikan perhatian selain proses pematangan angka pilihan, yaitu:

1. mengosongkan pikiran
2. mengaktifkan pikiran

Kepentingan pertama tidak boleh dilupakan oleh pe-medang, baik mereka yang baru mulai memasuki praktek medang, maupun mereka yang sudah lama mempraktekkan medang. Yaitu yang bersangkutan harus men-siddhi-kan (mematangkan) angka pilihannya tanpa pertimbangan lain dalam bentuk apa pun.

"Aku harus mem-program angka pilihanku". Dengungkanlah kalimat itu senantiasa di dalam relung batin kita masing-masing. "aku harus men-siddhi-kan angka pilihanku." Getarkanlah tuntutan seperti itu di dalam telinga batin kita setiap saat. Hal ini akan sangat membantu orang untuk menegakkan diri di dalam spiritual. Ia akan sangat membantu orang untuk mematangkan diri, untuk memperkuat dasar diri. Dasar bangunan spiritual yang hendak kita bentuk. Orang harus memastikan diri dan menjadikannya sebagai tekad maha mulia bahwa, "Aku harus berhasil mematangkan angka pilihanku dalam penjelmaan kali ini."

Seorang pe-medang yang baik, tidak akan melalaikan tujuan mulia yang maha mendasar itu. Ia tidak akan terpancing untuk menyibukkan diri di dalam tujuan-tujuan sampingan, atau tujuan yang seharusnya ia belum pikirkan, sebelum ia memastikan diri untuk mematangkan angka pilihannya. Setelah ia memastikan diri untuk menekuni meditasi angka lebih jauh, maka dua hal diatas harus ia perhatikan. Yaitu mengosongkan dan sekaligus mengaktifkan pikiran.

Dengan matinya sang pintu pertama dari kesemrawutan pikiran, maka orang akan terputuskan dari sambungan dunia maya. Dengan demikian, artinya ia telah menempatkan dirinya untuk SIAP bermeditasi angka. Dan juga dengan pilihan itu, ia telah memastikan dirinya bahwa ia serius di dalam bermeditasi. Ia tidak bermain-main dengan meditasinya. Ia tidak sekedar menghias dirinya dengan hiasan meditasi, sehingga orang-orang menjadi terpukau oleh hiasan meditasi yang sedang ngetrend di masyarakat, hingga orang lain akan memujinya sebagai orang masa kini, atau sebagai orang yang patut diteladani. Ia tidak akan perdulikan semua itu. Ia hanya menginginkan bahwa jika ia mematikan HP, maka itu berarti memutuskan hubungan dengan dunia luar untuk sementara waktu, sementara ia memasuki alam meditasi.

Dengan berbekal gebuan-gebuan hiruk-pikuknya kesan-kesan dunia maya di dalam pikiran, maka tidaklah mungkin bagi seseorang untuk mengembangkan meditasi, tidak mungkin seseorang berhasil memasuki alam meditasi angka, karena meditasi angka mengharuskan seseorang untuk TUTUP KONTAK dengan dunia maya, sementara ia melakukan medang, entah lima menit atau 40 menit, atau lebih.

Jika ia sedang melakukan meditasi angka lima menit, maka ia harus jujur memberikan keseluruhan dirinya kepada meditasi angka selama lima menit tersebut. Kalau ia memilih bermeditasi 40 menit, maka dengan sengaja dan penuh kejujuran ia harus memberikan waktunya selama 40 menit untuk medang. Ia harus melakukan dengan jujur serta bertanggung jawab kepada dirinya. Paling tidak ia harus jujur seperti itu, sebab meditasi angka bukanlah suatu permainan.

Barangkali bagi mereka yang sekedar datang ingin "melihat" medang, tentu saja tidak apa-apa. Tetapi bagi mereka yang telah memastikan diri dengan tekad : "Ya aku harus mensukseskan diriku dalam medang", maka ia memang harus serius dan jujur pada dirinya. Keseriusan dan kejujuran di sini tidak dituntut untuk dilihat oleh orang lain. Karena keseriusan dan kejujuran di sini sama sekali bukan untuk orang lain, melainkan ditujukan untuk diri sendiri. Hanya itu yang akan mampu menyelamatkan pilihan meditasinya. Karena jika tidak, maka ia akan sibuk dalam meditasi-meditasian. Ada perbedaan yang sangat signifikan dari kata MEDITASI dengan MEDITASI-MEDITASIAN. Dan kata itu kita tidak usah bahas di sini, mengingat ia sudah sangat jelas perbedaannya.

Jadi, tahapan mengosongkan pikiran dalam meditasi angka sangat diperlukan. Anda harus melepaskan diri dari kesibukan memikirkan dunia, lupakan hutang, lupakan kekasih anda, lupakan handphone anda, lupakan urusan-urusan kantor anda, serta lupakan segala urusan-urusan duniawi lainnya yang anda pandang penting. Just forget it. lupakan dengan pasti selama anda melakukan meditasi angka. Jadi kejujuran adalah, saat dimana anda melupakan dunia selama bermeditasi angka. Hanya itu. Sebab, tanpa mengosongkan pikiran dari gebuan-gebuan duniawi, maka anda tidak akan mungkin berhasil bermeditasi angka. Ingatlah sebuah teori, dimana hanya ketika anda telah mengosongkan gelas yang diisi penuh oleh air busuk, maka anda akan bisa mengisi gelas itu dengan isi lain, dengan air bersih, dengan susu murni, atau dengan amerta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar