Minggu, 06 Februari 2011

DZIKIR KEUTAMAANNYA

DZIKIR DALAM KEHIDUPAN SEORANG MUSLIM

Dzikir ialah : “menyebut Allah dengan membaca tasbieh (subhanallah), membaca tahlil (laa ilaaha illallah), membaca tahmied (alhamdulillah), membaca taqdies (quddusun), membaca takbir (allahu akbar), membaca hauqalah (laa haula wa laa quwwata illaa billah), membaca hasbalah (hasbiyallah), membaca basmalah (bismillahirrahmanirrahim), membaca Al-Qur’anul Majied dan membaca doa-doa yang matsur, yaitu doa-doa yang diterima dari nabi saw.” (Al-Adzkar, An-Nawawy)

Disebut juga dzikir perbuatan mengerjakan segala keta’atan. Lantaran itu, majelis-majelis yang diadakan untuk membahas dienullah, bisa juga dinamai majelis dzikir, sebagai yang telah ditegaskan oleh ‘Atha, ujarnya : “Majelis-majelis yang dibentuk untuk membahas soal halal dan soal haram, dipandang juga majelis dzikir (majelis menyebut Allah), karena majelis-majelis itu, memindahkan kita dari lalai lengah kepada insaf sadar.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar : “Juga dinamai dzikir (dipandang berdzikir), mengerjakan segala tugas agama yang diwajibkan Allah dan menjauhi segala larangan yang diperintahkan-Nya hamba supaya menjauhinya. Karena itu membaca Al-Qur’an, membaca hadist, mempelajari ilmu-ilmu agama, melaksanakan sholat tathawu, dinamakan juga dzikir.”

Ringkasnya, dzikir ialah mengingat dan mengenangkan nikmat Allah, adakalanya menyebut nama-Nya menurut kaifiyat (cara-cara) yang disyariatkan.

Kata al-Hafizh dalam Fathu’ Bari : Dzikir itu ialah : segala lafazh (ucapan) yang disukai para umat membacanya dan membanyakkan membacanya untuk menghasilkan jalan mengingat dan mengenang akan Allah, seperti lafazh-lafazh Al-Baqiyyatu ‘sshalihaah, yaitu : “subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar.”

Dengan berdzikir banyak sekali keutamaan-keutamaan yang dapat kita peroleh. Di antaranya adalah :

1. Allah SWT akan mengingat dia dengan memberikan rahmat dan pengampunan (Al Baqarah : 125)

2. Allah SWT menyediakan baginya pengampunan dan pahala yang agung (Al Ahzaab 35)

3. Allah akan bersamanya.
Firman Allah dalam hadits Qudsi :" Aku terserah persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya (memberi rahmat dan membelanya) bila dia menyebut nama-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam dirinya, Aku menyebutnya pada diri-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam perkumpulan orang banyak, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih dari mereka. Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal (dengan melakukan amal shaleh atau berkata baik), maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Bila dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat "
(Riwayat bukhori dan Muslim)

4. Amalan yang baik
Hadits :''Maukah kuberitahukan kepada kalian tentang amalan yang paling baik, paling suci dalam pandangan Tuhan kalian, mengangkat tinggi derajat orang-orang yang mengamalkannya, dan tak kalah bernilai daripada menafkahkan emas dan perak, bahkan tidak kalah utama dibanding bertemu dengan musuh di medan perang kemudian kalian saling berperang dan mati syahid? Para sahabat menjawab, ''Tentu, wahai Rasulullah! Kami sangat ingin diberi tahu.'' Nabi menjawab, ''Berzikirlah kepada Allah.'' (HR Tirmidzi, Ahmad, dan Hakim)

Dzikir juga amal yang paling mudah dilakukan, tetapi bukan berarti nilainya rendah di sisi Allah, bahkan sebagaimana disebut dalam hadis di atas, tidak kalah utama dibandingkan bersedekah dan berjihad. Selain itu, tidak sebagaimana amalan wajib, zikir tidak dibatasi jumlahnya. Kita bisa berzikir sebanyak-banyaknya selagi mampu (Al-Ahzab: 41).

Jadi alangkah baiknya kita mengajak diri kita untuk selalu berdzikir dalam kehidupan kita agar kita dapat memperoleh keutamaan-keutamaan berdzikir seperti yang tersebut di atas.
Amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar